Tujuh Poin SKB Peringatan terhadap Ahmadiyah
Keputusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor: KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008)
Kesatu:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu.
Kedua:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.
Ketiga:
Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.
Keempat:
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).
Kelima:
Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keenam:
Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan Bersama ini.
Ketujuh:
Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008, oleh
Menteri Agama Jaksa Agung Menteri Dalam Negeri.
Nama-nama Calon Wakil Barack Obama
Senator Barack Obama hampir bisa dipastikan menjadi wakil Partai Demokrat untuk pencalonan sebagai presiden Amerika Serikat. Salah satu penentu kemenangannya dalam menghadapi kandidat Partai Republik, John McCain, adalah sosok calon wakil presiden.
Ditulis Reuters, Rabu (4/6/2008), Obama telah meminta Jim Johnson, pemilik raksasa hipotek Fannie Mae, untuk mulai menyeleksi kandidat potensial calon wakil presiden yang akan mendampingi dia.
Berikut daftar kandidat yang berpotensi menjadi wakil presiden mendampingi Obama. Daftar ditulis secara berurutan sesuai alfabet:
- Joseph Biden (65) – senator dari Delaware, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, adalah seorang pakar kebijakan luar negeri yang disegani.
- Wesley Clark (63) – Seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat dan mantan komandan NATO yang gagal dalam pencalonan sebagai calon presiden pada 2004. Clark merupakan pendukung Hillary Clinton yang dapat membantu partai dan dapat memperkuat pengambilan kebijakan keamanan.
- Hillary Clinton (60) – Jajak pendapat menunjukkan dukungan kuat bagi “tim impian” Obama dan Clinton. Obama tidak mengabaikan pilihan ini, karena dengan menunjuk Hillary, maka dapat mempersatukan partai setelah terpecah selama pertarungan menjadi nominator calon presiden mewakili partai. Akan tetapi, hadirnya Clinton nantinya berpotensi membawa persoalan, termasuk kembalinya mantan Presiden Bill Clinton ke Gedung Putih. Meski begitu, dengan menggandeng Hillary, maka Obama akan mudah mendapatkan dukungan dari pendukung Hillary.
- Chris Dodd (64) – Senator Connecticut, seorang penutur bahasa Spanyol yang fasih dan menguasai isu-isu Amerika Latin. Dia merupakan ketua Komite Perbankan di Senat. Dia dapat memperkuat kebijakan luar negeri dan ekonomi pemerintahan Obama nantinya.
- Chuck Hagel (61) – Senator Partai Republik dari Nebraska, seorang mantan veteran perang Vietnam yang konservatif namun menjadi kritikus perang Irak.
- Tim Kaine (50) – Gubernur Virginia yang merupakan salah satu pendukung kuat Obama sejak awal.
- Kathleen Sebelius (60) – Dia menjabat sebagai gubernur di Kansas selama dua periode. Dia memang tidak memiliki banyak pengalaman dalam kebijakan luar negeri. Namun, seorang wakil presiden perempuan akan menenangkan para pendukung Clinton.
- Bill Richardson (60) – Gubernur New Mexico, seorang Hispanic, dapat membantu penggalangan suara dari kalangan Latin yang merupakan kelompok yang kini tumbuh pesat dan memiliki jumlah suara yang cukup signifikan. Seorang negosiator yang banyak makan asam garam, mantan duta besar di PBB yang memiliki pengalaman dalam kebijakan luar negeri.
- Jim Webb (62) – Veteran perang Vietnam dan pernah menulis tujuh novel, termasuk “Field of Fire”. Novel itu merupakan salah satu novel terbaik tentang perang Vietnam. Dia juga merupakan Senator Virginia.
Nama-nama lain yang sempat muncul antara lain Al Gore (mantan wapres), John Edwards (Senator Carolina Utara), Robert Casey (Senator Pennsylvania), dan Oprah Winfrey (presenter talk show ternama)
Obama Menangi Konvensi Partai Demokrat
Setelah melalui perjuangan panjang, Senator Barack Obama bisa dipastikan menjadi kandidat Partai Demokrat untuk bertanding dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Dia menjadi calon presiden kulit hitam pertama di Negeri Paman Sam itu.
Dalam pemilihan pendahuluan yang digelar Selasa malam di Montana, Obama berhasil mengungguli rivalnya, Hillary Rodham Clinton. Dilansir Associated Press, Rabu (4/6/2008) WIB, dari total 25% suara yang dihitung di Montana, Obama unggul dengan memperoleh 59% delegasi yang diperebutkan.
Sementara dalam pemilihan pendahuluan di South Dakota, Hillary unggul dengan mendapatkan 56% dukungan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah suara yang sudah dihitung di South Dakota sebanyak 94%. Namun begitu, Hillary dipastikan tidak dapat mengungguli Obama dalam jumlah perolehan delegasi.
“Amerika, inilah waktu kita,” kata senator berusia 46 tahun ini disambut tepuk tangan para pendukungnya. “Inilah waktu kita. Waktu kita untuk mengubah halaman kebijakan di masa lalu.”
Menanggapi kemenangan rivalnya, Hillary dengan hangat menyampaikan pujiannya. Istri mantan presiden Bill Clinton ini menyatakan komitmennya untuk tetap menyatukan partai.
Beda Pidato Presiden Soekarno dengan Susilo Bambang Yudhoyono
Baik Soekarno maupun Susilo Bambang Yudhoyono adalah sama-sama pemimpin bangsa, sama-sama pernah menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, sama-sama cakap bicara, sama-sama punya kemampuan pidato yang mumpuni. Keduanya sanggup pidato tanpa teks dan terkesan berwibawa ketika membawakannya. Pidato keduanya pun seolah-olah sanggup membius pendengarnya, membius dan sekali lagi membius pendengarnya.
Namun ada yang membedakan, apa itu?
Kalau Soekarno berpidato, beliau sanggup membius pendengar hingga tidak beranjak dari tempat duduknya karena mendengarkan dengan penuh semangat, tatapan mata seolah-olah melotot karena begitu seriusnya mendengarkan isi pidato, pikiran seolah-olah sedang berjuang mencerna konten yang disampaikan bahkan sesekali gerak bibir, mata, dan kepala, berusaha menanggapi apa yang sedang disampaikan sang orator. (buktinya adalah, ketika Soekarno berpidato dihadapan majelis umum dewan keamanan PBB).
Lain halnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, meski beliau juga sanggup membius pendengar hingga tak beranjak dari tempat duduknya, tetapi yang ini bukan karena pendengarnya itu sedang serius mencerna konten pidato tetapi justru terkantuk-kantuk bahkan ada yang sampai tidur sekalipun pendengarnya itu adalah para kepala daerah. (buktinya adalah ketika Susilo Bambang Yudhoyono berpidato dihadapan para kepala daerah pada acara pelatihan di gedung Lemhanas).