thevaj on the move!!


Lowongan Pekerjaan PT. Badak NGL

Posted in Jobs Opportunity by gawean on the June 3, 2008

Lowongan Kerja di PT. Badak NGL

Siaran Langsung Euro 2008 di Televisi

Posted in sport by gawean on the June 3, 2008

Live/Siaran Langsung Euro 2008 di Indonesia

Live Tgl Hari Jam (wib) Grup Versus
RCTI 8 Juni Minggu 00.00 A Swiss vs Republik Ceko
RCTI 8 Juni Minggu 02.45 A Portugal vs Turki
RCTI 9 Juni Senin 00.00 B Austria vs Kroasia
RCTI 9 Juni Senin 02.45 B Jerman vs Polandia
RCTI 10 Juni Selasa 00.00 C Rumania vs Prancis
RCTI 10 Juni Selasa 02.45 C Belanda vs Italia
RCTI 11 Juni Rabu 00.00 D Spanyol vs Rusia
RCTI 11 Juni Rabu 02.45 D Swedia vs Yunani
RCTI 12 Juni Kamis 00.00 A Republik Ceko vs Portugal
RCTI 12 Juni Kamis 02.45 A Swiss vs Turki
RCTI 13 Juni Jumat 00.00 B Kroasia vs Jerman
RCTI 13 Juni Jumat 02.45 B Austria vs Polandia
RCTI 14 Juni Sabtu 00.00 C Italia vs Rumania
RCTI 14 Juni Sabtu 02.45 C Prancis vs Belanda
RCTI 15 Juni Minggu 00.00 D Swedia vs Spanyol
RCTI 15 Juni Minggu 02.45 D Yunani vs Rusia
RCTI 16 Juni Senin 02.45 A Swiss vs Portugal
Global/TPI 16 Juni Senin 02.45 A Turki vs Republik Ceko
RCTI 17 Juni Selasa 02.45 B Polandia vs Kroasia
Global/TPI 17 Juni Selasa 02.45 B Jerman vs Austria
RCTI 18 Juni Rabu 02.45 C Belanda vs Rumania
Global/TPI 18 Juni Rabu 02.45 C Italia vs Prancis
RCTI 19 Juni Kamis 02.45 D Yunani vs Spanyol
Global/TPI 19 Juni Jumat 02.45 D Rusia vs Swedia
RCTI 20 Juni Jumat 02.45 Perempatfinal Winner A vs Runner-up B
RCTI 21 Juni Sabtu 02.45 Perempatfinal Winner B vs Runner-up A
RCTI 22 Juni Minggu 02.45 Perempatfinal Winner C vs Runner-up D
RCTI 23 Juni Senin 02.45 Perempatfinal Winner D vs Runner-up C
RCTI 25 Juni Rabu 02.45 Semifinal Winner 25 vs Winner 26
RCTI 26 Juni Kamis 02.45 Semifinal Winner 27 vs Winner 28
RCTI 29 Juni Senin 02.45 Final Winner 29 vs Winner 30

JADWAL LENGKAP EURO 2008

Posted in sport by gawean on the June 3, 2008

Tuan rumah Swiss akan membuka perhelatan Euro 2008 dengan menghadapi Republik Ceska dalam pertandingan Grup A di Basel pada 7 Juni 2008. Sementara juara bertahan Yunani mengawali usaha mempertahankan gelar dengan bertemu Swedia di Salzburg pada 10 Juni.

Berikut jadwal lengkap:
Grup A
7 Juni di Basel Swiss v Republik Ceska
7 Juni di Jenewa Portugal v Turki
11 Juni di Basel Swiss v Turki
11 Juni di Geneva Republik Ceska v Portugal
15 Juni di Basel Swiss v Portugal
15 Juni di Geneva Turki v Republik Ceska

Grup B
8 Juni di Wina Austria v Kroasia
8 Juni di Klagenfurt Jerman v Polandia
12 Juni di Klagenfurt Kroasia v Jerman
12 Juni di Wina Austria v Polandia
16 Juni di Klagenfurt Polandia v Kroasia
16 Juni di Wina Austria v Jerman

Grup C
9 Juni di Zurich Rumania v Prancis
9 Juni di Berne Belanda v Italia
13 Juni di Zurich Italia v Rumania
13 Juni di Berne Belanda v Prancis
13 Juni di Zurich Prancis v Italia
17 Juni di Berne Belanda v Rumania

Grup D
10 Juni di Innsbruck Spanyol v Rusia
10 Juni di Salzburg Yunani v Swedia
14 Juni di Innsbruck Swedia v Spanyol
14 Juni di Salzburg Yunani v Rusia
18 Juni di Salzburg Yunani v Spanyol
18 Juni di Innsbruck Rusia v Swedia

Perempatfinal
1. 19 Juni di Basel Pemenang Grup A v Runner-up Grup B
2. 20 Juni di Wina Pemenang Grup B v Runner-up Grup A
3. 21 Juni di Basel Pemenang Grup C v Runner-up Grup D
4. 22 Juni di Wina Pemenang Grup D v Runner-up Grup C

Semifinal
1. 25 Juni di Basel Pemenang QF 1 v Pemenang QF 2
2. 26 Juni di Wienna Pemenang QF 3 v Pemenang QF 4

Final
29 Juni di Wina Pemenang SF 1 v Pemenang SF 2.

Hayoo…tebak, siapa pemenangnya??

SPBU tempat Refill LPG di Jakarta

Posted in ekonomi by gawean on the June 3, 2008

Berikut ini ada bbrp daftar SPBU yg menyediakan refill LPG ukuran 12KG di Jakarta.

  1. SPBU Pamulang
  2. SPBU KP. Utan
  3. SPBU KP. Utan -B
  4. SPBU Sunter
  5. SPBU Simatupang Non Giga
  6. SPBU Bintaro Kodam
  7. SPBU Lebak Bulus
  8. SPBU KP. Rambutan
  9. SPBU Pangkalan Jati
  10. SPBU Cipinang
  11. SPBU Suka Maju
  12. SPBU Pulo Gebang
  13. SPBU Penggilingan
  14. SPBU Cilandak
  15. SPBU 34-12403 Lebak Bulus
  16. SPBU 34-16409 Meruyung
  17. SPBU Pekayon Bekasi
  18. SPBU Cirendeu
  19. SPBU 34 – 13305 Otista
  20. SPBU Martadinata
  21. SPBU Bhakti Yudha 34 / Depok
  22. SPBU 34.12804 Sahardjo
  23. SPBU 34-12705 Cawang
  24. SPBU 34-16311 Parung – Bogor
  25. SPBU 34-13402 Jl. Pahlawan Revolusi
  26. SPBU 31-11402 Jl. Kiai Tapa
  27. SPBU 34-17130 Jl. Raya Pondok Ungu Permai No 2 Bekasi
  28. SPBU 34-17133 Jl. Raya Nusantara No. 5 Perumnas III Bekasi
  29. SPBU 34-17137 Jl. Pangeran Jayakarta No. 5 Bekasi Barat
  30. SPBU 34-11706 Jl. Daan Mogot Km. 14,5 – lCengkareng
  31. SPBU 34-12702 Tendean – Mampang -Jakarta Selatan
  32. SPBU 31-10701 Kemayoran – Jakarta Pusat
  33. SPBU 34-17102 Rawapanjang – Bekasi
  34. SPBU 34-17103 Jl. Tarum Timur – Bekasi Barat
  35. SPBU 34-16302 Jl.Raya Gunung Sindur
  36. SPBU 34-16507 Jl. Raya Parung Ciputat
  37. SPBU 34-16509 Jl. Sawangan Depok
  38. SPBU 34-16304 Jl.Salabenda – Bogor
  39. SPBU 34-16106 Jl. Raya Dadali – Bogor
  40. SPBU 34-16311 Jl. Raya Jabon Mekar – Bogor
  41. SPBU 34-15809 Jl. Raya PLT Curup 49-KM 3,5 Tangerang
  42. SPBU 34-15117 Jl. Raden Patah – Cileduk
  43. SPBU 34-16107 Jl. Raya Sukasari – Bogor

Sementara daftar SPBU yang menjual elpiji 3 kg terkait program konversi adalah:

  1. SPBU 34-17527 Jl. Kalimalang – Suka Damai – Cibitung
  2. SPBU 34-17118 Jl. Jend. Sudirman – Bekasi
  3. SPBU 34-17131 Jl. Pramuka – Rawanumbu – Bekasi
  4. SPBU 34-17538 Jl. Raya Legenda – Tambun Selatan
  5. SPBU 34-17507 Jl. Fatahilah – Cikarang
  6. SPBU 34-17535 Jl. Mahfud – Tambun
  7. SPBU 34-17305 Jl. Raya Cibarusa – Bekasi
  8. SPBU 34-17103 Jl. Kyai Hood Ali – Bekasi

Semoga bermanfaat.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) kembali di disclaimer BPK

Posted in ekonomi by gawean on the June 3, 2008

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan disclaimer untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Terdapat 7 alasan pokok yang menyebabkan opini disclaimer pada LKPP 2004 hingga 2007, yaitu:

  1. Terbatasnya akses BPK atas informasi penerimaan dan piutang pajak serta biaya perkara yang dipungut oleh Mahkamah Agung;
  2. Kelemahan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara, termasuk terbatasnya SDM pengelola keuangan di pusat dan daerah;
  3. Belum tertibnya penempatan uang negara dan belum adanya single treasury account Pemerintah;
  4. Tidak adanya inventarisasi aset serta utang maupun piutang negara;
  5. Sistem Teknologi informasi yang kurang handal dan tidak terintegrasi;
  6. Kelemahan sistem pengendalian intern pemerintah yang belum mampu melakukan review kebenaran laporan keuangan sebelum diperiksa BPK dan;
  7. Ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan terkait masih adanya penerimaan dan pengeluaran di luar mekanisme APBN.

Saya jadi heran sama pemerintah, setiap tahunnya mengeluarkan uang APBN yang cukup gede bahkan belakangan malah menaikkan BBM demi menyelamatkan APBN, bukan demi menyelamatkan rakyat Indonesia. Tapi koq justru dalam hal penyusunan laporan keuangan masih bisa-bisanya didisclaimer sama BPK. Apa memang pemerintahan SBY ini ga mau belajar dari kesalahan tahun lalu? Kenapa ga menyisihkan sebagian kecil APBN untuk merekrut orang-orang yang kredibel, profesional, jujur, untuk kemudian menyusun pembuatan laporan keuangan?

Makin lama makin aneh saja pemerintahan SBY ini.

sumber : www.detikfinance.com

Agenda mendesak bangsa Selamatkan Indonesia!

Posted in Resensi Buku by gawean on the June 3, 2008

Bila berbicara mengenai nasionalisme, kita akan menjumpai berbagai bentuk nasionalisme mulai dari nasionalisme politik, nasionalisme ekonomi, nasionalisme pendidikan, nasionalisme pertahanan-keamanan, hingga nasionalisme olahraga dan nasionalisme dalam bentuk kehidupan lainnya. In case, nasionalisme olahraga, bentuk ini merupakan bentuk nasionalisme simbolik karena sifatnya yang dapat disaksikan, dapat diperlihatkan atau kasat mata, serta merupakan pajangan window show sebuah bangsa.

Bila bangsa Indonesia diibaratkan sebuah rumah di pinggir jalan raya maka olahraga itu bagaikan pagar didepan rumah yang terlihat langsung oleh para pengguna jalan. Pada saat tulisan ini ditulis, bangsa dan pemerintah Indonesia seperti pemilik rumah ditepi jalan tersebut. Akan tetapi, si pemilik rumah punya obsesi aneh. Mereka ingin pagar rumah selalu terlihat bersih, mengkilat dan tidak berdebu. Yang terpenting adalah penampilan sisi depannya, sedangkan yang lain masa bodoh. Sehingga ketika perabotan rumah dicuri orang meski disaksikan langsung oleh pemilik rumah, ia tidak begitu peduli. Si pemilik rumah tidak langsung mengambil tindakan. Ia hanya menjadi penonton seolah tidak ada perlu dikhawatirkan.

Kira-kira begitulah Mohammad Amien Rais lewat bukunya “Agenda mendesak bangsa Selamatkan Indonesia!” mencoba menggambarkan sebuah kontradiksi yang terjadi terhadap bangsa Indonesia. Seolah-olah nasionalisme bangsa ini sudah demikian pudarnya sampai-sampai beliau mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai pemilik rumah yang kurang peduli dengan aksi-aksi pencurian terhadap perabotan rumahnya. Pemilik rumah yang hanya peduli dengan penampilan depan tetapi cuek terhadap aksi-aksi orang lain yang merugikan dirinya.

Amien Rais khawatir kasus penjarahan yang dialami masyarakat Indonesia oleh Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) terulang kembali. Aksi-aksi penjarahan berkedok politik dagang ternyata sangat merugikan masyarakat Indonesia pada waktu itu. Begitu pula ulah tiga pilar globalisasi yakni IMF, World Bank, dan WTO yang dikemudian hari ternyata hanyalah kepanjangan tangan pemerintahan Washington (Amerika).

Usulan reformasi ekonomi IMF terhadap pemerintah Indonesia ketika terjadi krisis multidimensi tahun 1997-1998, ternyata hanya membuat bangsa Indonesia makin terpuruk. Terlebih lagi pada tahun 2008 ini, IMF ibarat sebuah bank yang ditinggalkan nasabahnya. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika suatu bank kehilangan nasabahnya, kalau tidak bangkrut ya bakal segera ditutup.

Menukil kritikan Joseph Stiglitz, World Bank ternyata juga kerjanya mirip-mirip dengan IMF. Hanya bedanya, World Bank adalah sebuah organisasi yang terus belajar (a learning organization) sedangkan IMF adalah organisasi yang gagal belajar (learning impaired). Begitu pula dengan WTO. Dikatakan bahwa, WTO tidak mengelola ekonomi global secara adil. Beberapa keputusan dan operasinya penuh dengan bias sistematik yang menguntungkan Negara-negara kaya dan korporasi multinasional serta merugikan Negara-negara miskin yang tidak memiliki kekuatan dan daya tawar. Lebih parahnya lagi, WTO ini merupakan kepanjangan tangan pemerintah Amerika.

Kritik tajam dari seorang Amien Rais tidak berhenti terhadap aksi-aksi IMF, World Bank, dan WTO. Dalam bab IV tentang Pax Americana, beliau pun mengkritik kebijakan pemerintahan Amerika yang dimulai dengan masuknya pengaruh kaum neocons seperti Paul Wolfowitz, Dick Cheney, Andrew Marshall, sampai Donald Rumsfeld. Kemudian mengenai perang Irak. Lewat dana lebih dari satu trilyun dolar Amerika ternyata memakan korban rakyat sipil begitu banyak, infrastruktur Irak banyak yang hancur bahkan serdadu Amerika yang tewas sudah mendekati angka 4000 jiwa. Pemerintahan AS ternyata juga gagal mengatasi dampak badai Katrina bahkan badai itu mampu menampar muka Pemerintahan Washington karena ternyata ada bagian Amerika yang melarat, terbelakang, kumuh tanpa harapan dimasa depan. Penanganan korban pun dianggap lambat dan tidak serius. Demikian juga ketika jembatan Missisipi ambrol segera terkuak bahwa 28% jembatan lainnya di Amerika memiliki kualitas yang mirip dengan jembatan Missisipi. Hal ini tak ubahnya dengan Negara berkembang. Dalam hal ekonomi, ternyata Amerika sudah semakin rapuh. Defisit dagang terutama dengan China dan Uni Eropa, hutang luar negeri yang hampir 2,3 trilyun dolar, serta nilai tukar dolar yang terus melemah.

Mengenai Pax Americana ini, Amien Rais mengingatkan komentar Arnold Toynbee :

“Dari dua puluh dua peradaban yang pernah muncul dalam sejarah, Sembilan belas diantaranya runtuh tatkala sampai pada keadaan (tingkatan) moral seperti dialami Amerika sekarang ini”.

Amien Rais juga mencoba mengingatkan pembaca dengan istilah korporatokrasi yakni sistem atau mesin kekuasaan yang bertujuan mengontrol ekonomi dan politik global yang memiliki tujuh unsur utama yakni korporasi besar, kekuatan politik pemerintahan tertentu terutama Amerika dan kaki tangannya, perbankan internasional, kekuatan militer, media massa, kaum intelektual yang dikooptasi, serta elite nasional dari Negara-negara berkembang yang bermental Inlander, komprador, atau pelayan.

Beda Pidato Presiden Soekarno dengan Susilo Bambang Yudhoyono

Posted in Politik by gawean on the June 3, 2008

Baik Soekarno maupun Susilo Bambang Yudhoyono adalah sama-sama pemimpin bangsa, sama-sama pernah menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, sama-sama cakap bicara, sama-sama punya kemampuan pidato yang mumpuni. Keduanya sanggup pidato tanpa teks dan terkesan berwibawa ketika membawakannya. Pidato keduanya pun seolah-olah sanggup membius pendengarnya, membius dan sekali lagi membius pendengarnya.

Namun ada yang membedakan, apa itu?

Kalau Soekarno berpidato, beliau sanggup membius pendengar hingga tidak beranjak dari tempat duduknya karena mendengarkan dengan penuh semangat, tatapan mata seolah-olah melotot karena begitu seriusnya mendengarkan isi pidato, pikiran seolah-olah sedang berjuang mencerna konten yang disampaikan bahkan sesekali gerak bibir, mata, dan kepala, berusaha menanggapi apa yang sedang disampaikan sang orator. (buktinya adalah, ketika Soekarno berpidato dihadapan majelis umum dewan keamanan PBB).

Lain halnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, meski beliau juga sanggup membius pendengar hingga tak beranjak dari tempat duduknya, tetapi yang ini bukan karena pendengarnya itu sedang serius mencerna konten pidato tetapi justru terkantuk-kantuk bahkan ada yang sampai tidur sekalipun pendengarnya itu adalah para kepala daerah. (buktinya adalah ketika Susilo Bambang Yudhoyono berpidato dihadapan para kepala daerah pada acara pelatihan di gedung Lemhanas).

Next Page »